Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Wawancara Media dengan Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 4 dari 12

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Guru membahas tugas mulia para jurnalis dalam memberitakan berita.

(Guru, apakah Guru akan merayakan Tahun Baru Imlek di sini tahun ini?) Saya tidak tahu. (Kalau kita merayakan Tahun Baru Imlek di sini, bisakah Guru menampilkan acara budaya dari Hawaii lagi?) Kedengarannya bagus. (Itu akan luar biasa!) Apakah kalian semua suka ide itu?

(Kapan Guru akan merilis rekamannya?) Itu tidak semudah itu. (Guru sudah berjanji untuk…) Mereka lakukan atas inisiatif sendiri. Saya tak meminta mereka melakukan. Acara itu disusun oleh para murid. (Ya.) Beberapa mereka adalah profesional. (Ya.) (Penampilan anak-anak dari…) (Tidak, saya belum selesai kerjakan. Saya akan kembali kerjakan besok.) Urusan keluarga yang bahagia, ya? Manis, ya? Hangat dan nyaman, kan? (Kent bertanya pada saya, “Apakah sudah selesai, ayah?”) Oh, ok. Jika begitu, beritahu mereka. (Dia tahu saya akan mengerjakan penerbitan surat kabar malam ini.) Oh, benarkah? (Jadi kenapa saya tak kerjakan itu?) Astaga! Benarkah? Apakah itu mendesak?? (Ya, saya sudah beritahu perusahaan cetak bahwa saya akan bawakan besok pagi.) Oh, bener? Oke.

(Acara hiburannya luar biasa. Kalau Anda mengizinkan…) Mereka melakukannya secara spontan begitu saja. (Kalau Anda izinkan mereka tampil lagi di sini, itu akan luar biasa – terutama saat Tahun Baru Imlek.) Haruskah kita jual tiket? Jual tiket untuk mengalang dana demi kegiatan bantuan kita? (Ya, itu bisa juga.) (Tentu. Kita tidak akan menyimpan uangnya untuk diri kita sendiri, jadi apa yang perlu dikhawatirkan?) Itulah masalahnya. Orang-orang tetap akan mengkritik seperti biasa. Itu uang saya sendiri yang saya sumbangkan, namun mereka tetap mengkritik saya. Bukankah itu aneh? (Guru adalah pembayar pajak! Kalian sudah membayar pajak Anda ke Amerika Serikat.) Saya harus. Jika tidak, saya tak perlu melakukannya. (Setiap kali orang Amerika bertanya, Anda bisa langsung menjawab, “Saya bayar pajak, lho!”) Kalau mereka minta saya bayar, saya akan bayar. (Ya.) Bukan berarti saya… (Anda tidak punya penghasilan, jadi mengapa mereka meminta Anda membayar pajak?) Tidak ada penghasilan. Itu semua uang yang saya masukkan sendiri. Setiap dolar yang saya miliki, saya masukkan semuanya.

(Guru, tahun ini, tahun depan, atau suatu saat di masa depan, Anda sebaiknya tampil di depan umum di hadapan komunitas Au Lac (Vietnam).) Astaga! (Agar mereka bisa…) Untuk apa? (Bukan berarti kami ingin pamer atau semacamnya.) Oh. (Tapi intinya, kami perlu memiliki itu dulu agar kami bisa kembangkan aktivitas kami.) Tapi beberapa hari yang lalu, saya memang keluar untuk memberikan ceramah umum. Siapa pun yang ingin datang boleh datang; siapa pun yang ingin mendengarkan boleh mendengarkan.

(Ya, tapi itu tidak dipublikasikan secara luas.) (Itu tidak dipublikasikan. Hanya murid yang mengetahuinya; itu hanya di antara kami dan Guru.) Tapi itu dimuat di semua surat kabar. Bagaimana bisa kamu bilang itu tidak dipublikasikan? Beberapa hari lalu, saya berikan ceramah di sebuah aula sangat besar. (Aneheim, kan? Oh, ya.) (Aneheim.) Ada sekitar 7.000 atau 8.000 orang. Ada orang-orang Au Lac (Vietnam) di sana juga. Ada orang-orang dari Au Lac (Vietnam), dan banyak yang datang dari Texas dan tempat-tempat dari ujung utara sana. (Bukankah koran Au Lac (Vietnam) [luar negeri] memuat berita itu?) Mungkin mereka hanya tidak mau repot-repot mempublikasikannya. Apa yg bisa kita lakukan terkait ini? (Tidak, itu karena…)

(Guru seharusnya juga memiliki semacam tim pers…) (Harus ada tim yang bisa menghubungi pers (media).) Oh, benarkah? (Bagaimana mereka bisa tahu jika tak ada yang hubungi mereka?) Oh, begitukah? (Karena Amerika negara yang luas.) (Bagaimana mereka bisa tahu jika kita tak sebarkan?) Oke.

(Sama seperti ketika Anda terbitkan sesuatu, Pendaftar menemukan itu. Seseorang harus beritahu mereka. Mereka bukannya bisa mencari-cari hal seperti itu sendiri.) Oh, paham. (Misalnya…) Karena mereka punya cabang lokal. (Ya. Misalnya, ketika polisi menangkap pencuri di suatu tempat, mereka memanggil pers untuk datang.) Ya, benar. Yah, kurasa begitulah cara kerjanya. Jadi, seseorang yang mengenal mereka atau memiliki koneksi dgn mereka yang memberi tahu mereka. Ah, oke. (Maha Guru harus punya seorang sekretaris pers.) Oh, begitu ya? (Misalnya, sekarang ini…) Kalau begitu, kamu bisa suruh beberapa muridku mengurusnya. Siapa lagi yang akan melakukannya? Saya takkan paham cara mengurusi semua hal ini. Itu terlalu susah bagiku! Saya tidak terbiasa dengan hal-hal semacam itu. Oke. Begitu ya? Mempunyai seorang sekretaris pers, nampaknya agak berlebihan? Bukankah itu akan terlihat seperti saya sedang pamer?

(Itu bukan pamer. Itu hanya masalah administrasi.) (Itu sekedar memberitahu pers agar mrk bisa menulisnya.) Oh, sungguh? Oh, benarkah? Oke, oke. Baiklah jika begitu. Saya akan suruh mereka mengurusi pers besok. (Sekedar beritahu orang-orang apa yang sedang Anda lakukan.) Oh, benarkah. Oke. Kami tidak tahu semua hal-hal terkait ini. Terlalu rumit. Saya hanya tahu bahwa latihan spiritual sudah cukup. Kenapa semuanya harus serumit itu? Petugas pers, lalu nanti akan ada petugas jenis apa lagi? Politik, lalu apa lagi? Benarkah? Oke. Karena biasanya… (Tapi Guru hanya punya penjaga Dharma, kan?) Oh! Para penjaga Dharma itu ada untuk mengatur para murid, bukan sekedar mengusir orang-orang luar. Jika tidak, mereka akan sangat ramai mendatangi saya. Mereka terus-menerus ingin memegang tangan dan kakiku.

(Sangat penting bisa menyebarkan beritanya ke luar.) Ah. Oke, oke. Kamu dengar? (Ya, ya.) Kamu bicara dgn orang-orang itu… (Ya.) Kamu dengar itu, kan? (Ya.) Bicaralah dengan (…) dan yang lainnya tentang membentuk semacam komite pers, oke? (Ya.) (Guru sudah punya jalur kontak sekarang – koneksi.) Ya. (Jadi sekarang, kapan pun mereka mau menulis tentang sesuatu, mereka bisa berhubungan.) Oh. Benarkah! Kalau ada apa-apa, hubungi mereka. Hubungi orang-orang Au Lac (Vietnam), kan?

(Jika terjadi sesuatu, salah satu caranya adalah melalui telepon; cara lainnya adalah faks…) (Caranya melalui telepon atau faks untuk beritahu mereka segera.) (Segera beritahu pers.) Suruh (…) untuk membentuk komite pers seperti itu, sesuai permintaanmu. (Ya. Kalau terjadi sesuatu…) (Apa pun yang Guru lakukan, pers tidak mengetahuinya. Tapi sebagai panitia pers, kami bisa memberitahu pers tentang Apa yang Guru lakukan.) (Bertemu dengan wartawan.) Oh, benarkah? (Lalu kami akan memberitakan.) (Kami bisa segera memberitakan.) (Itu diperbolehkan.) Atau kapan pun Anda mau menemui saya, datang saja dan bertemu. Mengapa Anda perlu… (Tidak, ada begitu banyak…)

Mari lewat tim pers saja, lalu, oke? (Ya, dan itu cepat. Seperti Guru berkata, “Kini saya ingin bertemu dengan wartawan itu yang datang hari itu.”) Benarkah? Jadi saya bisa temui mereka segera? (Ya, Anda bisa menemui mereka segera.) Ah, oke, baiklah. Kalau begitu saya akan melalui komite pers itu. (Melalui komite pers itu, dan para wartawan bisa datang menemui Anda segera.) Baiklah. Oke. Sekarang Anda telah memintanya, saya tahu dan bisa melakukannya.

Sebelum ini, saya tidak pernah memikirkan hal-hal seperti ini. Sebagai seorang praktisi spiritual, seharusnya saya hanya tinggal di pegunungan dan berlatih, bukan berkeliling ke sana-sini. (Mengapa perlu menemui pers?) Itu memang sudah seharusnya. Mengapa perlu menemui pers? (Terlibat ke dalam semua itu.) Mengapa terlibat ke dlm semua itu? (Menjadi terlibat ke dalam itu.) Tetapi hal itu sudah terjadi, dan masalahnya terus membesar, sehingga pada akhirnya kalian semua mengetahuinya. Dan sekarang setelah kalian mengetahui dan datang berkunjung, saya menceritakannya pada kalian. Sebenarnya, sebagai praktisi rohani, hal-hal seharusnya tidak serumit ini. (Latihan rohani Guru telah menjadi begitu terkenal sehingga orang2 mulai memperhatikannya.) Tapi saya yakin sekarang kalian akhirnya akan bersedia melakukan. Dulu, kalau saya memintamu, siapa yg mau repot-repot mendengarkan?

(Tapi Guru, apakah Anda tidak tahu, betapa bermanfaat perjalanan-Mu terakhir ke Hawaii itu? Paham?) (Misalnya, jika ada yang undang ke sebuah acara, Anda bisa langsung ke sana.) Ah. Benarkah? (Seperti hari ini, Guru sedang kurang bertenaga, tapi Guru masih duduk di sini menerima tamu sambil minum teh.) Ah. Benarkah? (Mengapa mereka harus menemui Guru, biarkan Guru beristirahat.) Oke, oke. Saya mengerti. (Satu ikatan mengarah ke ikatan lainnya, kan, Guru? Jika kami tidak bertemu Guru di Hawaii terakhir kali, tidak akan ada pertemuan ini hari ini.) Ya. Benarkah? (Guru, apakah Anda tahu? Demi bertemu dengan Anda hari ini, kami harus mulai menjalin kontak setidaknya dua minggu yang lalu.) Benar. (Ini bukan sesuatu yang baru saja diatur.) Oh. Benar! (Ya.) Saya baru mendengarnya beberapa hari terakhir ini. (Ya. Karena mereka…) Tiga atau empat hari yang lalu, kira-kira begitu. (Mereka terus menanyakan hal itu.) (Mereka juga harus terus menghubungi sebelum kita bisa akhirnya bisa sampai di sini.) Itu karena saya juga tidak selalu ada di sini. Saya baru saja balik dari Houston. (Ya.) Jadi, sulit juga untuk menghubungi saya. (Kami menghubungi (…), tapi dia juga tidak tahu.) Oh. Begitu. (Jadi bolak balik. Kami baru menemukan alamatnya pagi ini.) Paham. (Pukul 10.30 pagi.) Ya. Oke. Jadi mereka akhirnya memberitahumu rahasianya, ya? (Tapi masalahnya, jalan ke sini sangat sulit.) Kalau para murid tahu dan datang berkerumun di sini, kita akan tamat.

(Tapi Guru, tahukah Anda? Jalan ke sini sangat sulit.) Ya. (Kami sampai sini tanpa hambatan!) Tapi Anda tetap berhasil sampai di sini kan? (Kita langsung jalan lurus saja.) Dan dengan begitu saja, Anda tiba. (Dan hari ini sangat tidak biasa – tidak ada kemacetan. Tidak ada hambatan sama sekali. (Tidak ada hambatan sama sekali dan tidak ada kemacetan.) (Ini tak pernah terjadi sebelumnya – tak pernah tanpa ada kemacetan.) (Biasanya kemacetannya parah.) (Hari ini benar-benar tidak biasa.) Keajaiban dari mana-mana? (Ya.) (Saya benar. Sulit dipercaya, tapi itu benar-benar terjadi.) (Sulit dipercaya, tapi benar.) Baiklah kalau begitu… (Tidak, tapi itu sungguh luar biasa, Guru.) Baiklah, sekarang Anda tahu. (Bahkan tidak ada kemacetan sedikit pun.)

Ya. Kini karena kalian para anggota pers sudah meminta hal ini, lain kali kalau ada kejadian, beritahu orang-orang itu, oke? (Ya.) Aku akan memberitahu keduanya; mereka bisa bantu memberitahu yang lain, dan orang-orang itu bisa membantu memberitahu sisanya. Seperti itu. Apakah ini? Mengapa Anda harus tuliskan itu? (Buka salah satu surat kabar itu.) (Ya.) Untuk apa kalian butuh kartu nama? Surat kabar ini sangat terkenal – bagaimana mungkin orang2 tidak mengenalnya? Baiklah.

(Surat kabar ini menjadi terkenal setelah mencetak foto Maha Guru.) Benarkah? (Ya. Guru, menurut Anda apakah percetakan buku baik-baik saja?) Hah? (Yang dicetak oleh Vietnam Post.) Ah! Sangat bagus! Wah, ukurannya besar sekali! Terlihat sangat indah. (Edisi hitam-putih.) Edisi sebelumnya dan kemudian edisi berikutnya – edisi permintaan maaf, kan? (Edisi sebelumnya tidak terlihat bagus.) Benarkah? (Edisi sebelumnya dikerjakan terlalu terburu-buru.) Sangat besar, sangat besar! Dan itu ada di halaman depan juga? Pasti biayanya mahal, ya? Saya malu. Saya sangat malu. Saya sangat malu, sangat malu!

(Vietnam Press kini sangat terkenal.) Suruh mereka mengirimkan uangnya, dan kita akan mencetak lebih banyak eksemplar. Karena kita sedang membahas topik ini, mendingan saya sebutkan saja. (6.000 eksemplar.) Dan mereka mencetaknya semua dan membagikannya semua. Ah! Berapa biayanya untuk mencetak 6.000 eksemplar? (6.000 eksemplar.) Berapa harganya sekarang? (Untuk 6.000 eksemplar koran kita?) Sekitar 1.600 atau 1.700, Guru.) Benarkah? (Iya. Sekitar 1.700.) Ah. (Kalau dicetak berwarna, harganya lebih mahal lagi, Guru.) Oh, benarkah? (Kalau berwarna, seperti edisi Vietnam Post baru-baru ini, biayanya bahkan lebih mahal lagi.) Oh, benarkah? (Ya.) Kalau ada yang mau salinan lagi, nanti saya akan… Mencetak lebih banyak. Kalau ada yang butuh salinan lagi, saya akan menyediakan uang untuk mencetaknya dan memberikan salinannya kepada mereka.

Apakah surat kabar ini gratis, atau apakah Anda menjualnya? (Ini surat kabar gratis – kami berikan kepada orang-orang secara gratis. Tapi dengan orang-orang Aulac (Vietnam) sekarang, Guru, begini situasinya. Jika kami pasang harga 25 sen pada surat kabar itu – hanya sekitar 25 sen – mereka hanya lihat sekilas terus pergi.) Hanya 25 sen, tapi mereka tetap tidak mau membelinya. (Tapi jika kita berikan mereka gratis, mereka akan ambil setumpuk!) Persis. (Lalu mereka membawanya pulang begitu saja.) (Jika Anda memberikannya secara gratis, mereka akan mengambilnya.)

(Pencetakan berwarna itu ribet; harus melalui proses cetak ulang empat sampai lima kali.) Benar sekali. (Anda harus memisahkan warnanya, Guru.) Saya tahu, saya tahu. (Melelahkan.) Melelahkan. (Itulah sebabnya, saat kami mengerjakan sampulnya, kami harus duduk di sana sampai larut malam – mengawasinya untuk memastikan tidak ada pergeseran.) Astaga. (Kami tidak bisa mencetak gambar Guru dengan empat mata.) Saya hanya punya tiga mata! (Terkadang, kami harus bekerja hingga larut malam sekedar untuk selesaikan dan tuntaskan pekerjaan.) Saya mengerti. (Jika kita biarkan hingga besok pagi untuk mengambil surat kabarnya, itu akan menghabiskan banyak waktu kami.) Saya juga begitu. Kadang saya kerja semalam suntuk. (Ya.) Saya tidak istirahat hingga selesai. (Kami harus selesaikan; kalau tidak, kami tak bisa tidur nyenyak.) Persis. (Menerbitkan koran itu pekerjaan yang sangat berat, Guru.) Memang pekerjaan sangat berat, ya? (Ini pekerjaan sangat berat, Guru.) Benarkah? (Ini pastinya karena takdir karma.) Melakukan pekerjaan seperti ulat sutra, ya?

(Tapi saat ini, misalnya, menulis artikel tentang Guru lebih sulit daripada menulis tentang topik lain. Pertama-tama, kami harus mempertimbangkannya dengan cermat agar, dari sisi Guru, Anda juga harus setuju dengan apa yang kita tulis. Dan dari sisi pembaca, kita juga harus memastikan mereka tidak merasa tak nyaman karena apa yang kita tulis mungkin sesuai atau tidak dengan sudut pandang mereka.) Oh! Ya. (Dan kami ada bukti jelas tentang itu.) (Karena, dari sudut pandang publik…) (Di situlah letak kesulitannya.) Ya. (Saat ini kebanyakan orang sedang menaruh perhatian pada Guru, jadi mereka sangat penasaran dengan artikel yang ditulis tentang Anda. Mereka suka membacanya.) Ya, ya. Benar sekali. Kita harus memberi tahu mereka kebenarannya. (Tapi ada juga semua cerita yang mereka karang.) Dan tidak ada seorang pun yang menyumbang sepeser pun pada saya.

(Tapi Guru, Anda tahu, ketika sesuatu yang baik terjadi, pujian tidak menyebar secepat kritik dan omongan buruk. Selalu seperti itu… begitulah hidup.) Jurnalis memiliki kewajiban untuk sedikit mendidik masyarakat, membimbing mereka menuju jalan kebaikan dan pandangan yang lebih positif. Jika tidak, ketika seseorang bergosip atau mengkritik orang lain, energi negatif itu juga akan memengaruhi si pembicara sendiri. Itulah sebabnya ada pepatah Au Lac (Vietnam) berbunyi: “Meludahi darah ke arah seseorang hanya akan menodai mulut sendiri.” (Ya.) Tepat sekali! Itu menodai mulutmu sendiri.

(Tentu saja, itu menciptakan karma melalui ucapan.) Benar. Ya. Jadi, kita juga harus berkontribusi dalam mendidik masyarakat. Terutama anak-anak, generasi generasi muda – kita harus membimbing mereka menuju jalan yang lebih mulia. (Ya.)

Itulah tugas para jurnalis. Pers adalah salah satu sarana terbaik untuk mendidik masyarakat. Lalu ada televisi dan radio. Media-media ini sangatlah penting. Jadi, kita harus menulis dengan cara yang membantu masyarakat menjadi semakin baik, semakin murni, dan semakin luhur. Jika pers tidak mengambil tanggung jawab ini, lalu siapa lagi yang akan melakukannya? Di sekolah, mereka hanya bisa mengajar sekelompok orang tertentu, kan? Tetapi pers menjangkau masyarakat umum secara luas.

(Saya telah mengikuti Guru sejak di Hawaii, tetapi sampai kini saya belum pernah berfoto bersama Anda sekalipun. Saya hanya berfoto dengan orang lain.) Ah! Benarkah? Oke, silakan ambil satu. Mintalah salah satu dari mereka untuk memotret Anda. Ambil foto mereka bersama saya. Mereka suka berfoto bersama Guru. Ini otomatis. Cukup tekan sekali saja dan itu sudah cukup. Mengerti? Ah, bahasa Inggrismu sangat bagus! Bahasa Inggrismu semakin baik. (Berdirilah di samping Guru untuk difoto.) Ya. Oke. Anda tidak memotret hari itu? (Belum, sejak hari itu.) (Saya hanya pegang kamera seperti ini sepanjang waktu.) (Itu sudah banyak. Ada saat-saat ketika saya banyak memotret Guru dari dekat.) Hari itu saat di Hawaii, ketika kita makan bersama. Di Hawaii dan di Waikiki.) (Kenapa Anda lama sekali menekan tombol kameranya?) Tahan sedikit lebih lama. (Tahan sedikit lebih lama.) Anda yang ambil untuknya. Apakah Anda akan memotret kelima orang ini? Mundur sedikit. (Kalau begitu, mari kita berdiri di belakang Guru.) Baik. Itu juga bisa. Bersikaplah natural saja. Buatlah diri kalian nyaman. Oke. Anda duduk di sana. Bagaimanapun Anda ingin mengatur posisi, tidak masalah. Tak masalah. (Tahan tombolnya agak lama. Tekan…) Tahan tombolnya agak lama sedikit, nanti flash-nya akan… (Tekan—tahan tombolnya agak lama dan flash-nya akan menyala.) Jika fotonya kurang bagus, kita bisa mengambilnya lain kali. (Tidak, tahan tombolnya agak lama; nanti flash-nya akan menyala. Tekan dengan kuat.) Tekan dan tahan sebentar. Lihat? Astaga! Amatir… (Sangat amatir.) Oke. Oke. Yang ini kelihatannya cukup kokoh, ya? Ini peralatan yang serius. Kalian mau foto pakai yang ini? (Profesional.) Profesional, ya? (Ini sangat praktis buat bepergian jauh.) Ah, benar, benar. (Mudah dibawa-bawa. Ya.) Kalau tidak, kalau barangnya terlalu banyak, jadi memberatkan saja. (Ya.) Melelahkan.

Apakah ada pertanyaan lain lagi? Ada pertanyaan sulit lagi? Kasihan kamu. Di satu sisi ada opini publik… terjepit di antara palu dan landasan, ya? Jika apa yang kamu katakan tidak disukai pembaca, mereka tidak akan membeli koran itu, bahkan tidak akan repot-repot membacanya, dan mereka tidak akan mendukungmu. (Ya, benar.) (Mereka tak mendukung kita.) Tapi, kalau Anda berbicara terus terang—“kata-kata jujur menyakitkan telinga,” ya? (Kita adalah jurnalis – kita mengelola sebuah surat kabar. Baiklah, itu bisnis, bagaimanapun. (Kita mengelola surat kabar itu; kitalah yang mencetaknya.) Berani, bukan? (Jika kita tidak bisa melakukannya, maka kita akan tutup.) Berani, memang? (Kita yang memulainya sendiri, dan kita yang mencetaknya sendiri.) Oh, benar. Itulah yang membuatnya sulit. (Bukan seolah-olah mereka yang mengeluarkan uang.) (Bukan seolah-olah mereka memberi kami apa pun.) Oh, benarkah? Tapi bagaimana dengan ongkos iklan? Bukankah mereka membayar kalian untuk memasang iklan?

(Jika mereka beriklan, mereka harus membayar kami.) Ah, begitu ya? (Tapi kalau mereka tidak beriklan sekarang, maka kami… Guru tahu pepatah, “Bahkan tanpa orang itu, pasar tetap ramai.”) Oh, benarkah? (Satu orang pergi, yang lain datang.) (Ya, jadi kami tetap melakukan apa yang sedang kami lakukan.) (Tidak ada yang perlu ditakuti.) Oke. Kita tak tahu jika mereka berada di pihak kita atau pihak lawan, ya? Baiklah. (Siapa yang tahu? Mungkin suatu hari salah satu murid Guru akan datang dan berkata, “Izinkan saya memasang iklan.”) Itu bagus sekali.

Photo Caption: “Suatu kehormatan bisa Harumkan Kaki Mahakarya Penciptaan”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (4/12)
1
Kata-kata Bijak
2026-10-19
1253 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-10-20
1020 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-10-21
854 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-10-22
662 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-10-23
448 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-10-24
215 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-10-24
215 Tampilan
Lagu, Komposisi, Puisi dan Pertunjukan Maha Guru Ching Hai (vegan)
2026-10-24
202 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-24
254 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-23
767 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-23
448 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-23
703 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh