Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Kita harus selalu melakukan introspeksi dan melihat dari mana kita berasal untuk memastikan ego kita tidak menyesatkan kita menjauh dari Kebenaran.

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dan sekarang kami memiliki suara hati dalam bahasa Indonesia, dengan teks terjemahan multibahasa, dari Fajar di Jakarta, Indonesia:

Kepada Supreme Master Ching Hai, Raja dari Para Raja dari Semua Raja dari Segala Raja dan tim Supreme Master TV yang rajin dan terkasih. Perkenalkan, saya inisiat dari Jakarta, Indonesia. Izinkan saya menceritakan penglihatan batin saya. Saat sedang melakukan meditasi Quan Yin, saya merasakan kehadiran Bunda Maria. Saya melihat kain kerudung yang Beliau gunakan, namun saya tidak dapat melihat wajah-Nya.

Kemudian saya bertanya, “Bunda Maria yang suci, saya merasakan kehadiran Engkau, namun mengapa saya tidak dapat melihat wajah-Mu?” Bunda Maria menjawab, “Tersayang, ini karena ikatan karma yang belum cukup.”

Kemudian saya bertanya kembali, “Oh, Bunda Maria yang Suci, bagaimana perasaan Engkau melihat Master-ku Tersayang, Supreme Master Ching Hai Yang rela menderita, tak pernah henti menyelamatkan Bumi ini?” Bunda Maria menjawab, “Ia adalah Anak wanita-ku, Ia adalah Anak laki-laki-ku, karena Mereka adalah satu.”

Kemudian saya bertanya kembali terkait hal yang sulit saya atasi, yakni perihal ego, “Bunda Maria, Engkau dipilih TUHAN untuk mengandung dan membesarkan Tuhan Yesus Kristus, Anak dari TUHAN, bagaimana Engkau tidak memiliki ego, karena sudah terpilih menjalankan Misi suci itu?” Bunda Maria dengan sabarnya kembali menjawab, “Pertama, bagai air yang tumpah di lantai, kita harus segera membersihkan tumpahan itu terlebih dahulu dengan kain, menyerap tiap air yang tumpah. Layaknya hal-hal yang muncul karena ego, yakni rasa sombong, rasa kuat, rasa hebat harus disadari dahulu bahwa mereka telah timbul, kemudian segera bersihkan mereka agar tidak lama berada dalam diri kita. Kemudian, mengapa harus melihatnya dari sudut pandang bahwa kita yang hebat? Ubah sudut pandang itu menjadi rasa syukur dan berserah sepenuhnya pada TUHAN. Kita harus bersyukur kepada TUHAN Yang Maha Besar karena telah sudi menggunakan kita menjadi uluran tangan-NYA. Rasa syukur dan berserah, bukan ego.”

Saya sadar bahwa ego amat berbahaya, seperti yang pernah Master jelaskan, rasa ego adalah perangkap yang membuat kita jatuh ke level yang lebih rendah. Perangkap ini sangat halus dan terkadang tidak kita sadari. Dan memang tidak mudah untuk menghilangkan ego sepenuhnya. Bagaikan perjuangan yang tidak pernah selesai, kita harus selalu sadar dan tidak terkena jebakan dari ego itu sendiri. Terima kasih, Master, atas semua yang telah Engkau lakukan untuk kami, terus mengingatkan kami mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Semoga Master selalu dalam lindungan TUHAN yang Maha Besar. Fajar dari Jakarta, Indonesia

Fajar yang tulus, Terima kasih telah berbagi penglihatan batin Anda. Nasihat yang Anda terima dari Bunda Maria sangatlah berharga. Kita harus selalu melakukan introspeksi dan melihat dari mana kita berasal untuk memastikan ego kita tidak menyesatkan kita menjauh dari Kebenaran. Semoga Anda dan Indonesia yang menakjubkan bermandikan Kemuliaan Cahaya Surga yang tak terbatas, Tim Supreme Master TV

P.S. Guru memiliki pesan penuh kasih untuk Anda: “Fajar yang murah hati, latihan Quan Yin yang tekun dan kemajuan Anda menyenangkan TUHAN serta membuat saya bangga pada Anda. Penglihatan batin Anda tentang Bunda Maria mengungkapkan banyak hal penting tentang bagaimana kita dapat menjalani hidup yang terbaik. Menyadari bahwa hanya TUHAN-lah yang Agung dan bahwa kita hanyalah instrumen yang bersahaja adalah hal yang penting. Jika kita benar-benar memikirkannya, tubuh ini hanyalah setitik debu kecil di Alam Semesta yang luas. Menganggap diri kita lebih penting daripada keseluruhan akan mendistorsi persepsi kita sehingga menghalangi kita untuk melihat tempat kita yang sebenarnya di Alam Semesta. Dalam kesatuan, kita dapat mengalami siapa diri kita sebenarnya. Ini juga memungkinkan kita melihat orang lain sebagaimana adanya dan memunculkan cinta sejati, pengertian, dan belas kasih. Kerendahan hati di hadapan TUHAN sangatlah penting untuk menjadi diri kita yang sebenarnya. Semoga Anda dan masyarakat Indonesia yang ramah mengizinkan Belas Kasih TUHAN mengalir melalui Anda untuk membantu membawa penyembuhan bagi dunia. Mengirimi Anda Cinta abadi saya untuk menguatkan Anda dalam perjalanan pulang ke Rumah!”
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-10-31
617 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-31
859 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-31
3430 Tampilan
36:47

Berita Patut Disimak

2026-10-30   327 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-30
327 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-30
888 Tampilan
Kecantikan Alam
2026-10-30
363 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-30
1210 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-29
7841 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh