Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Itulah harga yang harus dibayar Guru karena telah berupaya sekuat tenaga untuk meredakan perang dan memberkati wilayah ini!

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dan sekarang kami memiliki suara hati dalam bahasa Mandarin, dengan teks terjemahan multibahasa, dari Ning-Shu di Taiwan, yang juga dikenal sebagai Formosa:

Bersujud di Kaki Suci Trinitas Maha Guru Ching Hai, saya sedang berjalan di ladang ketika Guru batin tiba-tiba memerintahkan saya untuk pergi bersama-Nya ke zona perang. Saya segera berdiri di tepi ladang, melindungi tubuh saya sambil menarik pikiran saya ke dalam, dan membagi kesadaran spiritual saya untuk mengikuti Guru… Kami tiba di atas hamparan kehancuran dan reruntuhan. Ini adalah Suriah pascaperang. Guru mengulurkan telapak tangan kanan-Nya yang sangat besar, dari mana terpancar banyak energi berwarna keemasan seperti jaring yang menutupi seluruh area… Sejumlah besar jiwa yang telah meninggal ditarik ke atas oleh telapak tangan raksasa Guru. Orang-orang ini tampak sangat menderita, mengangkat kepala mereka dengan kedua tangan terangkat ke arah Surga sambil berlutut memohon pertolongan dari Surga. Ternyata mereka adalah roh-roh getir yang telah meninggal dalam kekacauan perang, masih terperangkap di sini oleh kesedihan dan kebingungan. Mereka menghilang setelah ditarik ke dalam telapak tangan Guru. Dengan mata penuh belas kasih, Guru memandang ke bawah ke tanah yang hancur parah pascaperang ini.

Saat tetesan air mata raksasa jatuh dari mata-Nya, banyak bunga merah seketika mekar di tanah zona perang. Inilah “Bunga-Bunga Penebusan” yang tumbuh dari pertumpahan darah! Guru kemudian dengan lembut mengusap sebidang tanah itu dengan telapak tangan emas-Nya dan menenangkan energi perang yang dahsyat, namun tidak sepenuhnya lenyap.

Pesan yang saya terima di dalam adalah: energi semacam ini akan bertahan sangat lama dan tidak akan bisa menghilang. Saat ini, ini sudah merupakan batas maksimal yang bisa dilakukan Guru. Kemudian Guru memegang banyak rudal dan peluru berbagai ukuran di kedua telapak tangan-Nya dan membawanya ke hadapan mata saya. Saat saya tercengang dan tak mampu memahami apa yang sedang terjadi, rudal-rudal itu tiba-tiba meledak di telapak tangan Guru, menghancurkannya menjadi tumpukan daging yang berantakan dan berlumuran darah, sementara Darah Suci-Nya menetes ke bawah! Itulah harga yang harus dibayar Guru karena telah berupaya sekuat tenaga untuk meredakan perang dan memberkati wilayah ini! Banyak malaikat muncul di langit, menaburkan bunga-bunga putih ke bawah. Mereka terharu oleh pengorbanan penuh belas kasih Guru, sambil menangis meratapi malapetaka perang yang disebabkan oleh kebebalan umat manusia. Guru batin berkata kepada saya, “Tolong sampaikan ini ke semua orang — hanya ‘Cinta’ yg bisa menenangkan energi kekerasan semacam ini. Jika tidak, tanah ini akan dipenuhi oleh roh-roh gentayangan dan hantu-hantu yang berkeliaran tanpa tujuan, dan ia akan menjadi reruntuhan, tak dapat dipulihkan atau mengubah takdirnya untuk waktu yang sangat, sangat lama.” Dengan ini saya dengan hormat melaporkan kepada Guru dan berharap agar semua keinginan Guru terpenuhi! Direkam dengan hormat oleh Ning-Shu, seorang murid dari Taiwan (Formosa)

Ning-Shu yang damai, Terima kasih atas suara hati Anda yang menyentuh hati. Guru memiliki balasan yang penuh kasih: “Ning-Shu yang penuh kasih, praktisi Quan Yin yang setia, ketika energi destruktif terkumpul cukup banyak, perang adalah hasilnya. Ini meninggalkan luka yang sangat dalam di Bumi, seperti yang Anda saksikan: jiwa-jiwa mereka yang tewas dalam pertempuran berkeliaran dalam kebingungan dan penderitaan sehingga menciptakan energi yang lebih berbahaya lagi. Tanpa energi penyembuhan dari Kekuatan Guru yang membantu membersihkannya, racun ini akan terus menciptakan atmosfer negatif untuk waktu yang sangat lama dan berdampak buruk pada orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Kekuatan pendorong utama di balik semua ini adalah kebiasaan manusia mengonsumsi daging insan-hewan. Semua karma pembunuhan dari praktik pembantaian sehari-hari ini terkumpul dan menyebabkan bencana dan bahkan perang. Tanpa menyadari cinta dan beralih ke pola makan vegan, siklus negatif ini tidak dapat benar-benar diselesaikan. Semoga Anda dan rakyat Taiwan (Formosa) yang cinta damai hidup sesuai dengan Kebijaksanaan Surga dan menikmati kehidupan yang penuh kebahagiaan. Mengirimi Anda cinta yang tak terhingga selalu dan selamanya.”
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-08-31
21 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-31
1590 Tampilan
20:15
Berita Patut Disimak
2026-08-30
5303 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-30
473 Tampilan
1:23
Berita Patut Disimak
2026-08-30
257 Tampilan
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-08-30
688 Tampilan
35:29
Antara Guru dan Murid
2026-08-30
632 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-29
728 Tampilan
34:30

Berita Patut Disimak

2026-08-29   169 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-29
169 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh